Hai Sahabat, Assalamu'alaikum... Semoga kesehatan serta rahmat dan hidayah Allah senantiasa menyertai kita, Aamiin..
Alhamdulillah, disore yang berbahagia ini kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk melakukan amal sholih, usia yang dipanjangkan serta hidayah Nya untuk terus melakukan banyak hal kebaikan karena Nya.
Sahabat, di artikel saya yang pertama ini izinkan saya untuk mengajak anda bercerita, cerita yang ringan dan insyaAllah akan sangat berguna bagi diri saya, semoga juga anda yang membaca.
Dihari ke 6 dibulan Syawal ini, kita masih menikmati suasana khas Hari Raya Idul Fitri, yakni kue lebaran dan nuansa silaturahmi yang kental dengan kalimat "Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobbalallahu minna wamingkum, mohon maaf lahir dan bathin". Pasti anda juga mengatakan demikian kepada orang yang baru anda temui di bulan ini, bulan yang penuh keistimewaan ini.
Namun, tahukah sahabat bahwa selain nuansa hangatnya silaturahmi ternyata ada nuansa dinginnya hasrat untuk melanjutkan ibadah, lho kok bisa? apakah ini berlaku hanya untuk saya pribadi? atau anda yang membaca juga merasakan hal serupa? Astaghfirullah, mari kita memohon ampun kepada Allah seraya membungkukkan badan lalu berazzam untuk kembali pada Nya.
Sahabat,
Sholat wajibmu apakah masih se-tepat waktunya kala Ramadhan?
Sholat Sunnahmu apakah masih se-banyak kala Ramadhan?
Sholat Dhuhamu apakah masih bersisa?
Sholat Malam mu apakah masih terbangun?
Sedekahmu apakah masih seringan kala Ramadhan?
dan Qur'anmu apa kabar? apakah masih kamu baca? atau sudah kembali terabaikan sendirian dibalik lemari kaca indah di ruang tamu?
Apakah? Apakah? Apakah demikian? Aku berharap tidak, aku berharap kita selepas ramadhan ini Allah pakaikan pada kita pakaian baru bernama Taqwa, sehingga apa yang aku sebutkan di atas terus terasa di dalam dada, bersama-sama dengan pakaian yang Allah kenakan pada kita.

0 Komentar